NADIKABAR.COM β Indonesian Business Council (IBC) akan mengangkat isu mengenai dampak sosial yang nyata melalui upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2027.
βPertumbuhan dan investasi harus memperkuat dunia usaha, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik. Melalui IES 2027, kami ingin mendorong langkah bersama agar manfaat pertumbuhan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,β ujar Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid dalam acara peluncuran IES 2027 yang digelar di Jakarta, Selasa.
Ia menilai perbaikan kesejahteraan masyarakat perlu mempertimbangkan dampak sosial nyata yang melampaui angka pertumbuhan ekonomi, termasuk, dalam hal ini, perluasan lapangan kerja, perkembangan usaha, dan peningkatan produktivitas.
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,2 persen per bulan September dibandingkan dengan sebelumnya sebesar 4,7 persen pada bulan Juni.
OECD sebagai organisasi internasional yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan dan kesejahteraan sosial, melihat Indonesia telah menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global.
Memasuki semester dua tahun ini, Pemerintah Indonesia memiliki aspirasi mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 6 persen dengan mempertimbangkan sejumlah indikator termasuk inflasi pada level 3,28 persen dan pertumbuhan kredit di sekitar 13,65 persen.
Namun, kualitas pertumbuhan sudah sepatutnya dinilai berdasarkan dampaknya terhadappekerjaan, pendapatan, produktivitas, dan peluang ekonomi.
Karena itu, Arsjad memandang dunia usaha memiliki peran penting dalam memperluas dampak pertumbuhan. Ketika sebuah perusahaan berkembang, manfaat ekonominya tidak hanya muncul dari pekerjaan langsung, tetapi juga melalui pemasok, distributor, kontraktor, penyedia jasa, hingga usaha kecil yang menjadi bagian dari rantai nilai perusahaan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, CEO IBC Sofyan A. Djalil mengatakan IES 2027 akan membawa pembahasan ekonomi lebih jauh dari sekadar mengejar angka pertumbuhan.
βGDP tetap penting untuk membaca arah perekonomian, tetapi kesejahteraan tidak dapat dilihat dari satu angka saja. Kita juga perlu melihat pekerjaan yang tercipta, produktivitas, pendapatan masyarakat, kesempatan berusaha, dan kemampuan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya. Itu yang ingin kita bawa lebih kuat dalam IES 2027,β ujar Sofyan.