Terkait kepengurusan, Selfie Dewiyanti mengatakan IBMA memiliki anggota dari berbagai macam latar belakang di industri logam mulia. Setidaknya ada 11 perusahaan yang telah bergabung dengan IBMA.
"Saat ini keanggotaan IBMA dipelopori oleh 11 perusahaan pendiri yang mulai dari kita punya mining, pertambangan, kemudian jasa keuangan, refinery dan manufaktur, dan retail, hingga sektor pendukung. Kita lihat di sini ada trading dan market platform dan juga secure logistic," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menyambut baik kehadiran IBMA. Pasalnya, logam mulia merupakan salah satu instrumen yang ke depannya bakal diandalkan. Menurutnya, pembentukan IBMA juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memaksimalkan potensi logam mulia RI.
"Nah, pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi, kemudian Bapak Presiden kemarin juga menyampaikan dalam pidatonya terkait dengan bullion bank, sehingga bullion ini menjadi sesuatu yang diandalkan ke depan, terutama untuk meningkatkan nilai tambah daripada hilirisasi di sektor mine and energy. Nah, dari kegiatan bullion ini tentu pembentukan IBMA menjadi salah satu langkah kelembagaan yang strategis untuk mengintegrasikan ekosistem dan kami ucapkan selamat kepada 11 founder member yang sudah mendorong IBMA ini untuk dapat hadir," kata Airlangga.
Dia menilai logam mulia memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Airlangga menyebutkan hal itu tidak hanya terlihat dari banyaknya tambang logam mulia yang ada di RI, tetapi juga banyaknya toko emas besar yang tersebar hampir di seluruh kota di Indonesia.