Dia mengatakan kondisi tersebut semakin dirasakan oleh masyarakat yang berdomisili di daerah atau kabupaten yang jauh dari pusat perkotaan. Keterbatasan akses terhadap dokter spesialis membuat pasien harus menunggu lebih lama untuk memperoleh pelayanan medis.
βJangan sampai masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan justru harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan pelayanan dokter spesialis. Apalagi, bagi masyarakat di daerah yang harus menempuh jarak jauh menuju rumah sakit,β pungkas Nova.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan rumah sakit-rumah sakit tidak membeda-bedakan pelayanan kepada pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan dengan pasien non-BPJS Kesehatan.
Di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9) sore, Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas terkait BPJS Kesehatan dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.
"Harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan, ya, antreannya bisa lebih pendek lagi. Kalau misalnya ada pasien yang masuk, juga bisa dilayani dengan baik. Kemudian, dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan isi rapat dalam jumpa pers bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Direktur Utama BPJS Kesehatan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9).