NADIKABAR.COM — Penelitian menunjukkan interaksi tatap muka mungkin memberikan manfaat emosional yang berbeda bagi ibu setelah melahirkan.
Kehadiran bayi membuat ibu baru memiliki lebih sedikit waktu untuk bertemu dengan orang lain. Komunikasi lewat pesan singkat, telepon, atau media sosial pun sering menjadi cara paling mudah untuk tetap terhubung. Mengutip Psychology Today pada Minggu (5/10) waktu setempat, penelitian terhadap 250 ibu yang memiliki bayi menemukan bahwa interaksi secara langsung berkaitan dengan lebih banyak emosi positif dan lebih sedikit emosi negatif.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Affective Science pada 2026 tersebut membandingkan tiga bentuk interaksi, yakni bertemu langsung, berkomunikasi secara virtual, dan menggunakan media sosial.
Ibu yang lebih sering berinteraksi secara langsung dilaporkan merasakan lebih banyak kegembiraan, kepuasan, penerimaan, dan rasa terhubung. Pada saat yang sama, mereka mengalami lebih sedikit kesedihan, kekhawatiran, rasa kesal, dan kemarahan.
Sebaliknya, komunikasi secara virtual seperti panggilan video, telepon, pesan singkat, atau surat elektronik tidak berkaitan dengan peningkatan emosi positif. Interaksi tersebut justru berkaitan dengan lebih banyak emosi negatif.
Meski demikian, bukan berarti penggunaan media sosial selalu berdampak buruk bagi ibu baru. Penelitian tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan emosi positif maupun negatif.
Psikolog Rachel Diamond, Ph.D., LMFT, PMH-C, yang tidak terlibat penelitian, mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa berbagai bentuk interaksi digital tidak bisa disamaratakan.
Seorang ibu baru mungkin hanya memiliki cukup waktu dan energi untuk berkomunikasi melalui telepon atau pesan. Namun, bentuk komunikasi tersebut belum tentu memberikan rasa terhubung yang sama seperti ketika bertemu langsung.
Penelitian juga melihat kondisi ibu yang mengalami gejala depresi atau kecemasan. Pada kelompok tersebut, interaksi tatap muka tetap berkaitan dengan lebih sedikit emosi negatif, sementara interaksi virtual berkaitan dengan lebih sedikit emosi positif dan lebih banyak emosi negatif.
Diamond mengingatkan bahwa pertemuan langsung bisa terasa sulit atau melelahkan bagi ibu yang sedang mengalami tekanan emosional. Oleh karena itu, temuan tersebut tidak berarti ibu baru harus memaksakan diri untuk selalu bertemu orang lain.
Bagi seorang ibu baru, hal yang penting adalah membangun dukungan sosial yang benar-benar memberikan rasa terhubung, misalnya dengan bertemu keluarga, teman, atau kelompok pendukung orang tua ketika memungkinkan.
Dia menyarankan ibu baru bertanya, "dengan siapa saya benar-benar bisa terhubung?" daripada sekadar memikirkan siapa yang dapat dihubungi.
Penelitian tersebut belum dapat membuktikan bahwa mengubah pola interaksi sosial secara langsung akan memperbaiki suasana hati. Namun, hasilnya menunjukkan bahwa bagi ibu baru, kualitas dan bentuk hubungan sosial dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah