“Jika air ketuban anda pecah dan anda terjebak di rumah sakit itu, apakah itu dapat diterima oleh anda?” kata Dr. Doorey.
Doorey mengatakan bila ibu melakukan perjalanan dengan kapal pesiar, selidiki tingkat perawatan di atas kapal dan di pelabuhan. Saat terbang, pertimbangkan berapa lama akan berada di udara dan di atas perairan yang luas, dan di daerah mana pesawat dapat melakukan pendaratan darurat, beserta pilihan medis yang tersedia.
Periksa saran perjalanan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk daerah-daerah yang berisiko terkena penyakit yang ditularkan nyamuk yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan dan, dengan infeksi tertentu hingga cacat lahir.
Turrentine menyarankan lindungi diri dengan mengenakan pakaian berlengan panjang, menggunakan penolak nyamuk yang aman untuk kehamilan, dan tidur di dalam ruangan dengan pendingin udara dan jendela tertutup.
Persiapkan asuransi kesehatan atau perjalanan
Periksa apa yang dicakup oleh asuransi kesehatan atau perjalanan sebelum berangkat, terutama untuk perawatan terkait kehamilan di luar negeri. Pertimbangkan polis asuransi medis perjalanan terpisah untuk keadaan darurat dan evakuasi.
Perawatan kehamilan rutin dan persalinan mungkin tidak ditanggung, sementara beberapa keadaan darurat mungkin ditanggung, jadi klarifikasi ketentuan dengan perusahaan asuransi Anda sebelum bepergian.
Bawa catatan medis prenatal dalam bentuk digital dan cetak serta persediaan obat resep tambahan.
Dr. Doorey menyarankan untuk minum sebotol air sebelum penerbangan, menghabiskan sebotol lagi di pesawat, dan minum lebih banyak lagi jika perjalanan panjang.
Gunakan kaus kaki kompresi untuk meningkatkan aliran darah, mengurangi pembengkakan, dan membantu mencegah pembekuan darah, termasuk trombosis vena dalam.
Calon ibu juga direkomendasikan untuk berjalan-jalan di sekitar pesawat setidaknya setiap beberapa jam.