Kenakan sabuk pengaman di lipatan di bawah perut dan menghindari mengangkat kaki di dasbor mobil jika kantung udara mengembang.
Para calon ibu perlu memberi tahu staf tempat menginap terkait dengan kondisinya. Usahakan untuk memesan akomodasi dengan AC dan lift, atau kamar di lantai bawah.
Jangan terlalu banyak melakukan aktivitas dalam satu hari. Hindari bak mandi air panas dan pantau suhu tubuh karena kepanasan adalah hal yang umum, dan sangat berisiko, selama trimester pertama.
"Gejalanya meliputi keringat berlebihan, sakit kepala, atau urin berwarna gelap, dan lain-lain. Minumlah air dingin perlahan dan istirahatlah," kata Dr. Turrentine.
Jauhi aktivitas ekstrem yang membahayakan janin
Ibu perlu menjauhi aktivitas fisik yang dapat menyebabkan trauma perut, seperti bermain ski atau menyelam.
Turrentine turut meminta ibu untuk mewaspadai tanda-tanda peringatan kehamilan yang mendesak, atau gejala yang terkait dengan tekanan darah tinggi atau persalinan prematur.
Ia menyarankan untuk mencari perawatan medis jika mengalami sakit perut, pendarahan vagina, kontraksi, sakit kepala yang terus-menerus, dan pusing, dan lain-lain.
Setelah mendapat persetujuan dokter, bepergian saat hamil umumnya dianggap aman. Namun, hal itu juga bisa menimbulkan stres. Penggunaan obat anti-kecemasan jangka pendek umumnya tidak disarankan, tetapi bicarakan dengan dokter masing-masing.
Peregangan, pernapasan teratur, latihan relaksasi otot, memercikkan air ke wajah, atau mengalihkan pikiran dapat membantu.
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti