Rob mengatakan Maluku Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi contoh bagaimana pelestarian hutan dan pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan.
"Melalui kerja sama ini, kami ingin mendukung Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam membangun kerangka pengembangan karbon yurisdiksi yang kredibel sehingga mampu menarik pendanaan iklim internasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat," katanya.
Maluku Utara memiliki kawasan hutan tropis yang luas serta kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk ekosistem penting yang berada di kawasan biogeografi Wallacea.
Potensi sumber daya alam tersebut memberikan peluang besar bagi pengembangan program konservasi hutan, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan solusi iklim berbasis alam (nature-based solutions).
Melalui kemitraan tersebut, ICBA dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen untuk menjajaki pengembangan program Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+) berbasis yurisdiksi, termasuk potensi penerapan standar Architecture for REDD+ Transactions - The REDD+ Environmental Excellence Standard (ART TREES).