NADIKABAR.COM — Parlemen Eropa, Kamis, mengumumkan Hadiah Sakharov untuk Kebebasan Pemikiran 2026 dianugerahkan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan para pejabat seniornya sebagai pengakuan atas upaya mereka menegakkan hukum internasional.
"Uni Eropa didirikan dengan penghargaan atas multilateralisme dan institusi internasional," kata Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola saat mengumumkan pemenang Hadiah Sakharov di hadapan majelis.
"Dengan menganugerahkan Hadiah Sakharov kepada Mahkamah Internasional dan pejabatnya, Parlemen Eropa mengakui upaya penting yang dijalankan mereka untuk menegakkan hukum internasional dan keadilan," tambahnya.
Parlemen Eropa menyoroti ICC yang menyelidiki, mendakwa, mengadili, dan menerbitkan perintah penahanan atas kasus kejahatan internasional yang parah seperti genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap pemanusiaan.
"ICC memainkan peranan penting dalam upaya internasional memerangi impunitas," ungkap sebuah pernyataan.
Pernyataan tersebut secara khusus menyampaikan keprihatinan atas langkah sejumlah negara, khususnya Amerika Serikat, menjatuhkan sanksi kepada para hakim, jaksa, staf, dan mitra-mitra ICC sejak 2025.
Anggota legislatif Eropa berulang kali mendesak Komisi Eropa untuk mengaktifkan klausul hukum EU demi melindungi pejabat ICC dari dampak ekstrateritorial sanksi tersebut serta melindungi kemerdekaan pengadilan.
Parlemen Eropa juga menekankan bahwa semua negara anggota EU merupakan pihak Statuta Roma, yang memberi dasar hukum bagi pendirian ICC, dan wajib melaksanakan setiap keputusannya.
Ditetapkan pada 1988, hadiah Sakharov, diberikan kepada individu atau organisasi yang dinilai membela HAM, demokrasi, dan supremasi hukum.
Adapun upacara penganugerahan hadiah tersebut akan digelar di Strasbourg, Prancis, pada Desember mendatang.
Penerjemah: Nabil Ihsan