Kuasa hukum Duterte menyampaikan kekhawatiran mengenai kemampuannya untuk menjalani persidangan pada 25 Mei 2026, dan meminta agar dia menjalani pemeriksaan medis guna menilai kelayakannya.

"Panel Ahli dengan suara bulat menyimpulkan bahwa Terdakwa memiliki kemampuan untuk memahami dakwaan, memahami tujuan dan konsekuensi dari proses persidangan, mengikuti jalannya persidangan, termasuk sifat dan implikasi dari pengajuan pembelaan, memahami bukti-bukti, serta memberikan arahan kepada penasihat hukum dalam persiapan dan pelaksanaan pembelaannya," sebut ICC.

Mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte tampak di layar saat hadir secara daring untuk persidangan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, pada 14 Maret 2025. ANTARA/XINHUA/HO-ICC