Selain peragaan busana kontemporer, salah satu daya tarik utama gelaran tersebut adalah pertunjukan sulam Kapalo Samek asal Padang Pariaman—pemenang penghargaan Kriyanusa 2026—yang diperagakan oleh jajaran diaspora Indonesia, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta staf KBRI Brussels.
Tidak hanya menyaksikan hasil karya, pengunjung juga berkesempatan mengenal lebih dekat proses pembuatannya melalui demonstrasi teknik sulam Kapalo Samek. Sesi tersebut menarik minat pengunjung yang bahkan turut mencoba secara langsung teknik menyulam tradisional tersebut.
Gelaran fesyen kemudian ditutup dengan karya desainer Indonesia Itang Yunasz, yang semakin memperkuat representasi fesyen Indonesia dalam perhelatan tersebut.
Kehadiran Itang Yunasz menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara melalui perspektif desain kontemporer sekaligus memperluas apresiasi terhadap karya desainer Indonesia di tingkat internasional.