NADIKABAR.COM — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa anak-anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena sistem pernapasan dan kekebalan tubuh mereka masih berkembang.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI dr. Fifi Sofiah, Sp.A, Subsp Respi(K) menjelaskan asap karhutla mengandung campuran zat berbahaya, termasuk partikel halus PM2,5 yang dapat menembus saluran pernapasan bagian bawah hingga alveoli atau kantung udara di paru-paru.

"Asap kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar 'asap biasa'. Ia mengandung partikel padat, gas, dan cairan hasil pembakaran tidak sempurna," kata Fifi dalam siaran pers IDAI yang diterima ANTARA, Senin.

Ia menjelaskan partikel PM2,5 berukuran kurang dari 2,5 mikrometer sehingga dapat mencapai bagian terdalam paru-paru dan bahkan masuk ke aliran darah.

Menurut Fifi, organ pernapasan anak menjadi sasaran utama paparan polutan karena struktur dan fungsinya masih berkembang. Anak juga memiliki diameter saluran napas lebih kecil, bernapas lebih cepat, serta memiliki kebutuhan ventilasi udara per kilogram berat badan yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.