"IGDX telah menjadi titik temu bagi industri game Indonesia, tempat teknologi, kreativitas, bisnis, dan budaya bertemu. Game tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan cerita, mengekspresikan jati diri kita, dan menciptakan peluang ekonomi," kata Sonny, dari informasi yang diterima NadiKabar, Minggu (25/10/2026).
Dijelaskan bahwa antusiasme orang-orang terhadap acara ini terlihat dari banyaknya studio game dan publisher yang hadir. Disebutkan, selama pertemuan bisnis, 543 pemegang Business Pass menjajaki peluang kerja sama, sementara 1.037 pemegang Public Pass turut serta menikmati kreativitas industri game dalam negeri.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, memaknai tema resiliensi di acara ini lebih dari sekadar kemampuan bertahan. Menurutnya, ini merupakan bentuk nyata dari mereka yang berinovasi dan bertransformasi di tengah ketidakpastian.
"Kita ingin pelaku industri game Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan global, tetapi juga pencipta, inovator, dan pemain yang diperhitungkan di panggung dunia," ujarnya.