Layar perdagangan di gedung BEI, Jakarta, menampilkan pergerakan IHSG yang kembali melemah pada awal perdagangan. Indeks turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pada awal perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 1,17 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,04 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 80.236 kali, dengan 602 saham melemah, 88 saham stagnan, dan hanya 64 saham menguat.
Pelemahan tersebut membawa IHSG kembali ke kisaran level 4.900, yang menjadi level terendah sejak Oktober 2020, ketika pandemi COVID-19 mengguncang pasar keuangan global. Sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar, seperti BBCA, BBRI, BYAN, dan TLKM, turut menjadi pemberat pergerakan indeks.