Dengan coverage sekitar 5,3 bulan impor, posisi devisa masih aman dan memberikan ruang bagi BI untuk menjaga stabilitas rupiah.
Bagi pasar modal, Nico menilai kondisi tersebut cenderung netral hingga positif, karena cadangan devisa yang memadai dapat menjaga kepercayaan investor dan membatasi risiko pelemahan rupiah yang berlebihan.
"Ke depan, arus modal asing dan perkembangan neraca perdagangan akan menjadi kunci untuk menjaga cadangan devisa sekaligus mengurangi tekanan terhadap rupiah," ujar Nico.
Bursa Eropa kompak melemah pada penutupan Rabu (07/10) kemarin, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,40 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,79 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,35 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 1,22 persen.
Bursa Wall Street AS juga kompak melemah pada penutupan Rabu (07/10), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,22 persen ke level 7.801,77, indeks Nasdaq Composite melemah 0,22 persen ke 27.538,69, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,66 persen ke 51.179,87.
Bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Nikkei melemah 0,70 persen ke 69.548,00, indeks Hang Seng melemah 0,45 persen ke 24.022,50, indeks Shanghai melemah 0,10 persen ke 3.838,44, indeks Kospi melemah 0,76 persen ke 6.752,44, dan indeks Straits Times melemah 2,56 persen ke 5.464,85.