Sementara, untuk estimasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS periode kuartal II-2026 menjadi 2,2 persen dari sebelumnya 1,5 persen. Selain itu, laporan bulanan ADP mengenai lapangan kerja sektor swasta menunjukkan penambahan 90.000 lapangan kerja pada September 2026.

"Selanjutnya investor menantikan data indeks ISM Manufacturing AS yang diperkirakan naik pada level 55 pada bulan September 2026 dari level 54,6," ujar Ratna.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang konsensus proyeksikan akan terjadi kenaikan menjadi 0,31 persen (mtm) pada September 2026 dari sebelumnya 0,21 persen (mtm) pada Agustus 2026.

Dengan demikian, secara tahunan inflasi diperkirakan menjadi 3,3 persen (yoy) pada September 2026 dari sebelumnya 3,19 persen (yoy). Untuk inflasi inti diperkirakan juga meningkat menjadi 3 persen (yoy) dari sebelumnya 2,92 persen (yoy).

Selanjutnya, surplus neraca perdagangan diperkirakan bertambah menjadi 0,6 miliar dolar AS pada Agustus 2026 dari sebelumnya 0,13 miliar dolar AS pada Juli 2026

Namun, pertumbuhan ekspor diperkirakan melambat menjadi 4,2 persen (yoy) dari sebelumnya 6,05 persen (yoy). Sedangkan impor diperkirakan justru berakselerasi menjadi tumbuh 31,7 persen (yoy) pada Agustus 2026 dari sebelumnya 27,0 persen (yoy) pada Juli 2026.