Sementara itu, indeks S&P Global Manufacturing PMI diperkirakan kembali naik pada level ekspansi di 50,3 pada September 2026 dari level 49,8.
Di sisi lain, dalam APBN 2027, pemerintah dan DPR sepakat menetapkan anggaran subsidi energi sebesar Rp261.5 triliun, atau menurun Rp11.4 triliun dari rencana awal dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027 yang mencapai Rp272.94 triliun.
Apabila harga minyak berlanjut meningkat hingga tahun depan, maka berpotensi akan membuat inflasi cenderung bertahan di level tinggi.
Bursa Eropa kompak melemah pada penutupan Rabu (30/09) kemarin, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,83 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,29 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,79 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 0,89 persen.
Bursa Wall Street AS juga kompak melemah pada penutupan Rabu (30/09), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,25 persen ke level 7.651,54, indeks Nasdaq Composite menguat 0,24 persen ke 26.861,06, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,86 persen ke 50.906,05.
Bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Nikkei menguat 2,51 persen ke 68.432,00 indeks Shanghai menguat 0,31 persen ke 3.842,19, indeks Hang Seng menguat 0,37 persen ke 24.613,27, indeks Kospi melemah 0,48 persen ke 6.874,16, dan indeks Straits Times melemah 0,09 persen ke 5.681,18.