NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah dipicu oleh sentimen lanjutan dari pengumuman MSCI yang membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia.

IHSG ditutup melemah 188,50 poin atau 3,64 persen ke posisi 4.996,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 20,10 poin atau 3,95 persen ke posisi 488,46.

"IHSG melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut sekaligus. Tekanan jual berlanjut seiring investor menghindari aset berisiko di tengah rencana MSCI untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, pada Senin (19/10), BEI mengumumkan penurunan batas auto rejection menjadi 7 persen dari sebelumnya 15 persen, yang berlaku hingga akhir tahun guna membantu investor dalam mengambil keputusan.

Sementara pada Jumat (16/10), otoritas pasar modal menjatuhkan sanksi denda administratif senilai total Rp2,1 triliun kepada sejumlah pihak terkait dengan praktik perdagangan terkoordinasi dan IPO tiga perusahaan.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia didominasi pelemahan seiring berlanjutnya pelemahan saham teknologi di tengah meningkatnya tekanan terhadap tren investasi kecerdasan buatan (AI).

"Investor semakin mempertanyakan apakah besarnya belanja infrastruktur AI akan menghasilkan imbal hasil yang memadai," ujar Nico.

Di sisi lain, ancaman kenaikan inflasi menghantui setelah harga minyak global menembus 105 dolar AS per barel, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur yang membuat harga minyak tetap tinggi.

Ketua The Fed, Kevin Warsh yang cenderung dovish mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober 2026.

Dalam pertemuan tahunan IMF di Bangkok pada Jumat (16/10), Warsh tidak memberikan sinyal mengenai hasil rapat FOMC bulan ini, namun menyatakan bahwa inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan belum mengubah penilaiannya terhadap perekonomian AS.

Adapun, The Fed saat ini memasuki periode blackout menjelang rapat kebijakan pada 27-28 Oktober, dengan pasar memperkirakan probabilitas sekitar 84 persen bahwa suku bunga akan dipertahankan.

Dibuka melemah, IHSG betah teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus 4,57 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing turun sebesar 4,45 persen dan 4,09 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TMPO, PNSE, TIFA, TRUK, dan BSIM. Sedangkan saha-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BTEK, TAXI, HBAT, IDEA dan PACK.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,59 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,34 miliar lembar saham senilai Rp25,17 triliun. Sebanyak 103 saham naik 691 saham menurun, dan 169 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 0,46 persen ke posisi 65.026,00, indeks Hang Seng menguat 0,52 persen ke posisi 24.168, indeks Shanghai menguat 0,39 persen ke posisi 3.730,92, indeks Kospi menguat 1,76 persen ke 5.768,01, dan indeks Straits Times melemah 0,07 persen ke 5.412,00.