NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat didukung oleh respons pelaku pasar atas kebijakan regulator untuk mengecualikan saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks.

IHSG ditutup menguat 51,36 poin atau 0,95 persen ke posisi 5.439,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,48 poin atau 0,46 persen ke posisi 547,05.

“IHSG menguat tampaknya didukung dari reformasi Bursa yang akan mengecualikan saham yang diklasifikasikan memiliki High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks komposit mulai 2 November tahun ini,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari dalam negeri, Nico mengatakan kebijakan saham HSC tersebut menyusul peringatan MSCI bahwa ekuitas Indonesia berisiko diturunkan peringkatnya dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

BEI mencatat saat ini terdapat 80 saham kategori HSC, yang mana sejumlah saham HSC juga mendapatkan sanksi denda akibat melakukan pelanggaran hukum pasar modal.

OJK telah mengenakan denda utama total senilai Rp2,1 triliun, dengan rincian sebesar Rp1,5 triliun dalam kasus DSSA, Rp500 miliar dalam kasus BREN, dan Rp100 miliar dalam kasus CUAN.

Selain kebijakan HSC, BEI juga mengumumkan inisiatif yaitu penambahan keterangan afiliasi saham dengan kepemilikan 1 persen.

Sebelumnya, BEI telah menyesuaikan batas Auto Rejection Bawah (ARB) saham menjadi asimetris dari sebelumnya sebesar 15 persen menjadi 7 persen mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Sementara itu, Nico memproyeksikan langkah investasi Danantara Indonesia ke pasar saham akan menjadi pendorong kuat bagi pergerakan saham-saham BUMN.

Ia menyebut apabila aksi beli tersebut berjalan konsisten dan diiringi dengan peningkatan performa perusahaan maka dampaknya terhadap sentimen pasar akan semakin solid.

“Intervensi Danantara ini dipandang positif oleh investor karena menjadi bukti nyata adanya dukungan terhadap emiten pelat merah yang saat ini memiliki valuasi murah serta prospek bisnis jangka panjang yang menjanjikan,” ujar Nico.

Dari mancanegara, terdapat sentimen terkait kekhawatiran pelaku pasar tentang keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (AI) yang memicu aksi jual besar-besaran di saham-saham teknologi.

Nico mengatakan aksi jual global di sektor AI dan semikonduktor membebani saham-saham teknologi. Adapun, produsen semikonduktor, produsen chip memori, dan perusahaan terkait AI lainnya mencatat penurunan signifikan.

Selain itu, sentimen lainnya semakin tertekan oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul laporan bahwa AS dan Israel telah menyusun rencana untuk kemungkinan serangan baru terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu bulan depan.

Sebelumnya, Militan Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan baru-baru ini terhadap pelabuhan Yanbu di Laut Merah Arab Saudi, bersama dengan serangan mematikan yang menargetkan ladang minyak dan bandara di negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia.

“Sehingga ini meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah, meningkatkan risiko inflasi,” ujar Nico.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer yang menguat 3,24 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 2,95 persen dan 2,74 persen.

Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan yang turun sebesar 0,15 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu WMUU, FAST, PTSP, TOBA, dan KONI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BTEK, BUKK, LINK, HATM dan SMLE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,80 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 43,14 miliar lembar saham senilai Rp16,16 triliun. Sebanyak 506 saham naik, 192 saham menurun dan 265 tidak bergerak nilainya

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 0,25 persen ke 62.752,00, indeks Hang Seng menguat 0,69 persen ke 23.093,37, indeks Shanghai menguat 0,89 persen ke 3.690,48, indeks Kospi menguat 0,30 persen ke 5.550,30, dan indeks Strait Times menguat 0,04 persen ke 5.417,36.