SILO mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perseroan mencapai Rp10,49 triliun, naik 11,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih meningkat 21,98% menjadi Rp928,73 miliar dari sebelumnya Rp761,34 miliar.

Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari layanan rawat inap yang menghasilkan Rp5,75 triliun. Adapun layanan rawat jalan menyumbang Rp4,73 triliun.

Jika dilihat berdasarkan rumah sakit, Siloam Hospitals Lippo Village menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp1,25 triliun. Posisi berikutnya ditempati Kebon Jeruk sebesar Rp948,63 miliar dan Denpasar sebesar Rp465,64 miliar.

Di sisi lain, total aset SILO mengalami peningkatan cukup besar. Hingga periode pelaporan, aset perseroan mencapai Rp21,91 triliun, dibandingkan Rp14,49 triliun pada akhir Desember 2025.

Peningkatan tersebut berkaitan dengan penarikan pinjaman sindikasi sebesar Rp6,47 triliun dari BNI. Dana tersebut digunakan untuk membiayai akuisisi aset properti rumah sakit yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dalam RUPSLB.

Sejalan dengan penarikan pinjaman tersebut, liabilitas SILO meningkat menjadi Rp10,99 triliun dari Rp4,56 triliun pada Desember 2025. Pendanaan berbasis utang ini membuat tingkat leverage perseroan meningkat. Namun, melalui transaksi tersebut, SILO dapat memperoleh kepemilikan langsung atas aset properti rumah sakit strategis. Sementara itu, ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp10,91 triliun.

IFII kembali menetapkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026. Kali ini, dividen interim kedua ditetapkan sebesar Rp5 per saham dengan total nilai distribusi mencapai sekitar Rp47,06 miliar.

Keputusan tersebut dilakukan setelah perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp158,73 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Pembagian dividen interim kedua setara dengan dividend payout ratio sebesar 29,65% terhadap laba 9M26. Apabila digabungkan dengan dividen interim pertama yang telah dibagikan pada Oktober 2026, total rasio pembayaran dividen IFII mencapai 59,30%.

Pada perdagangan Selasa (3/11), saham IFII ditutup di harga Rp198 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen interim kedua sebesar Rp5 per saham setara dengan dividend yield sekitar 2,53%.

Adapun jadwal pembagian dividen telah ditetapkan. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 11 November 2026, sedangkan pembayaran kepada pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2026.