MEJA menyetujui perubahan modal dasar perseroan dalam RUPSLB. Modal dasar dinaikkan dari Rp100 miliar menjadi Rp208,65 miliar.

Aksi tersebut menjadi bagian dari persiapan MEJA untuk mengakuisisi 45% PT Trimata Coal Perkasa (TCP). Setelah perubahan modal, perseroan berencana melanjutkan agenda korporasi melalui rights issue dan mengubah struktur bisnis MEJA menjadi investment holding.

Rangkaian aksi tersebut ditargetkan berjalan pada kuartal IV 2026. Harga pelaksanaan rights issue diperkirakan berada pada kisaran Rp450-Rp550 per saham.

TCP memiliki sumber daya batu bara sebesar 693,70 juta ton. Perusahaan menargetkan produksi meningkat secara bertahap hingga mencapai 15 juta ton per tahun pada 2030.

Aset pertambangan TCP berada di Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan luas mencapai 11.640 hektare. Kegiatan usahanya juga didukung infrastruktur jetty serta basis pelanggan di pasar domestik dan Asia. Rencana akuisisi tersebut menjadi bagian dari langkah MEJA dalam memperluas kegiatan usahanya melalui sektor pertambangan batu bara.

CMRY menetapkan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp100 per saham dengan total nilai sekitar Rp793,47 miliar.

Pembagian dividen tersebut dilakukan setelah CMRY membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,17 triliun pada semester I 2026. Laba tersebut meningkat 17,89% dibandingkan Rp993,81 miliar pada semester I 2025.

Dengan nilai dividen Rp100 per saham, dividend payout ratio berdasarkan laba bersih semester I 2026 mencapai 67,73%. Sebagai pembanding, rasio pembagian dividen pada 2025 tercatat 78,07%.

Pada perdagangan terakhir, saham CMRY berada di level Rp4.640 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen interim Rp100 per saham setara dengan dividend yield sekitar 2,16%.

Adapun cum date dividen CMRY di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 3 September 2026. Sementara itu, pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 18 September 2026.

TOTL - Buy 1500-1510 | TP 1540-1570 | SL 1425