Sementara itu, risiko gangguan pasokan energi meningkat akibat eskalasi keamanan di Timur Tengah, yang mana serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz mengurangi arus minyak harian menjadi rata-rata 11,62 juta barel pada pekan hingga 13 Oktober, dibandingkan tingkat dasar 17,15 juta barel.
Kondisi tersebut meningkatkan biaya pengiriman dan premi risiko bagi produsen yang mengangkut minyak melalui kawasan tersebut. Di sisi lain, serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap kilang minyak Rusia turut membatasi ketersediaan bahan bakar di pasar global.
βKombinasi gangguan distribusi di Timur Tengah dan Rusia memperbesar risiko kelangkaan pasokan energi, sehingga pasar minyak semakin sensitif terhadap perkembangan konflik dan keamanan jalur pelayaran internasional,β ujar Liza.
Bursa Eropa kompak menguat pada Jumat (16/10) pekan kemarin, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,58 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,38 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,95 persen, dan indeks CAC 40 Prancis menguat 0,28 persen.
Sementara bursa Wall Street AS kompak melemah pada Jumat (16/10), diantaranya indeks S&P 500 melemah 1,10 persen, indeks Nasdaq Composite melemah 2,50 persen, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,34 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Nikkei melemah 1,12 persen ke 64.594,00, indeks Shanghai melemah 0,49 persen ke 3.698,96, indeks Kospi melemah 0,22 persen ke 5.655,17, dan indeks Straits Times melemah 0,10 persen ke 5.409,95.
Sementara itu, indeks Hang Seng libur seiring hari libur Bursa Hong Kong.