Selain itu, pelaku pasar juga mencermati upaya Arab Saudi untuk mengimbangi penutupan jalur pipa yang krusial.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mulai memprediksi kenaikan suku bunga The Fed selanjutnya. Potensi kenaikan suku bunga berikutnya diperkirakan dapat memicu kembali ketegangan antara pemerintah dan bank sentral menjelang Pemilu AS selama November 2026.

Bursa Eropa kompak menguat pada penutupan Senin (21/09), diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,31 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,75 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,07 persen, dan indeks CAC 40 Prancis menguat 0,92 persen.

Bursa Wall Street AS juga kompak menguat pada penutupan Senin (21/09), diantaranya indeks S&P 500 menguat 1,49 persen ke level 7.764,70, indeks Nasdaq Composite menguat 2,26 persen ke 27.122,09, serta Dow Jones Industrial Average menguat 0,71 persen ke 52.048,83.

Bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Shanghai menguat 0,36 persen ke 3.964,46, indeks Kospi menguat 1,64 persen ke 7.120,45, indeks Hang Seng menguat 0,57 persen ke 25.186,24, indeks Kuala Lumpur menguat 0,54 persen ke 1.676,02, dan indeks Straits Times menguat 0,44 persen ke 5.700,10.

Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) libur memperingati Citizen's Holiday (hari kejepit nasional yang berada diantara dua tanggal merah).