NADIKABAR.COM β€” IIBF 2026 digelar di JICC, Jakarta, menghadirkan beragam buku dan pelaku industri penerbitan dari dalam dan luar negeri.

Jakarta - IIBF 2026 digelar di JICC, Jakarta, menghadirkan beragam buku dan pelaku industri penerbitan dari dalam dan luar negeri.

Mengusung tema β€œRead Today, Lead Tomorrow”, IIBF 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menemukan berbagai koleksi bacaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku industri penerbitan dan memperluas peluang kerja sama.

Penyelenggaraan tahun ini tercatat menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah IIBF. Skala kegiatan yang semakin luas menunjukkan adanya perkembangan dalam ekosistem industri buku sekaligus meningkatnya keterlibatan pelaku penerbitan.

Sebanyak 125 peserta yang terdiri atas penerbit dan agensi turut ambil bagian dalam IIBF 2026. Mereka berasal dari 18 negara dengan total 93 penerbit dan agensi yang terlibat dalam rangkaian kegiatan pameran.

Kehadiran penerbit dari berbagai negara membuka ruang bagi pertukaran informasi, hak cipta, serta peluang kolaborasi di sektor penerbitan. Interaksi antar pelaku industri juga dapat memperluas akses terhadap karya dan pasar buku lintas negara.

Selain pameran buku, IIBF 2026 menghadirkan sejumlah program yang menyasar berbagai kelompok pengunjung. Kegiatan tersebut meliputi Children's Book Fest, Story Market, Book-to-Screen Workshop, diskusi, hingga sesi temu penulis atau author.

Beragam program tersebut memperlihatkan bahwa industri buku tidak hanya berkaitan dengan penjualan buku dalam bentuk fisik. Ekosistem penerbitan juga berkembang melalui pengembangan cerita, adaptasi karya, hak cipta, serta berbagai bentuk kolaborasi kreatif.

Jumlah peserta IIBF 2026 juga meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi bagian dari perkembangan pameran sekaligus memperlihatkan semakin luasnya keterlibatan pelaku industri dalam agenda buku berskala internasional.

Melalui IIBF 2026, industri penerbitan Indonesia memiliki ruang untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan karya kepada pasar yang lebih beragam. Di sisi lain, masyarakat mendapat kesempatan untuk mengakses lebih banyak buku sekaligus mengenal perkembangan industri penerbitan dari berbagai negara.