Proyek ini berada di atas lahan 17,27 hektare, dengan estimasi nilai investasi Rp 177 miliar dan kapasitas sekitar 140 ribu ekor ayam. Lalu, PT Laziz Nusantara Grup akan mengembangkan Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B, di atas lahan 0,54 hektare dengan estimasi nilai investasi Rp 10 miliar.
Adapun PT FYP Karya Perdana akan mengembangkan Teras Padu berupa sarana olahraga dan komersial penunjang di KIPP 1A, dengan luas lahan 0,45 hektare dan estimasi nilai investasi Rp 20 miliar.
Sementara itu, PT Java Teak Indo akan mengembangkan showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A, di atas lahan 0,2 hektare dengan estimasi nilai investasi Rp 1,5 miliar. Hadirnya perusahaan mebel ini direspon langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo.
Menurut Witiarso, keterlibatan pelaku usaha mebel Jepara di IKN menjadi contoh konkret bagaimana UMKM daerah juga dapat berkontribusi dalam pembangunan Nusantara.
"Kami dari Jepara walaupun kecil, tetapi diterima di IKN, ini suatu kebanggaan buat kami. Bahwa IKN ini tidak hanya untuk investasi besar, tetapi investasi kecil, untuk masyarakat kami diterima di IKN. Mudah-mudahan dari daerah lain juga ikut berpartisipasi untuk membangun IKN dengan kemampuan masing-masing daerah," ujar Witiarso.
Lebih lanjut, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park akan mengembangkan Grand Vista Nusantara di KIPP 1B. Proyek tersebut mencakup area komersial, apartemen, dan perkantoran di atas lahan 3,57 hektare, dengan estimasi nilai investasi Rp 1 triliun.