Untuk proyek pembangunan 8 tower rumah susun, PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management bertindak sebagai pemrakarsa. Proyek ini terdiri atas 288 unit sarusun berukuran 190 meter persegi yang berlokasi di Wilayah Perencanaan (WP) 1A, dengan luas persil 6,84 hektare dan biaya investasi Rp2,629 triliun.
Sebelumnya, pada 6 Oktober 2026, Otorita IKN telah menandatangani PKS proyek KPBU pembangunan 109 rumah tapak ASN di Wilayah Perencanaan (WP) 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN bersama PT Intiland Development Tbk. melalui Badan Usaha Pelaksana PT Seratus Sembilan Nusantara. Proyek tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp2,819 triliun.
Proyek ini mencakup pembangunan 109 unit rumah tapak dengan luas masing-masing 390 meter persegi, yang dibangun di atas lahan dengan total luas persil 9,17 hektare. Lahan tersebut terbagi menjadi Persil 1 sebanyak 79 unit seluas 6,6 hektare dan Persil 2 sebanyak 30 unit seluas 2,4 hektare, dengan total nilai investasi sebesar Rp2,819 triliun.
Masa kerja sama proyek ini adalah sepuluh tahun, yang terdiri atas dua tahun masa konstruksi dan delapan tahun masa layanan. Pembangunan proyek tersebut diharapkan selesai pada Triwulan IV 2028.
Selain proyek KPBU sektor perumahan, Otorita IKN juga menandatangani kerja sama investasi langsung swasta murni bersama lima pelaku usaha.
Dari sektor pangan, PT Berdikari (Persero) akan mengembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di WP 3 melalui rencana investasi pada parent stock layer farm dan hatchery. Proyek ini berada di atas lahan 17,27 hektare dengan estimasi nilai investasi Rp177 miliar dan kapasitas sekitar 140 ribu ekor ayam.
PT Laziz Nusantara Grup turut berkontribusi dengan mengembangkan Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B, di atas lahan 0,54 hektare dengan estimasi nilai investasi Rp10 miliar.
Adapun PT FYP Karya Perdana akan mengembangkan Teras Padu berupa sarana olahraga dan komersial penunjang di KIPP 1A, dengan luas lahan 0,45 hektare dan estimasi nilai investasi Rp20 miliar.