NADIKABAR.COM — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sektor perumahan dan investasi langsung swasta murni. Kerja sama tersebut mencakup proyek 8 tower rumah susun untuk ASN senilai Rp 2,629 triliun, serta lima investasi langsung swasta murni di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, olahraga, dan fasilitas penunjang kawasan senilai total Rp 1,11 triliun.

Kerja sama investasi tersebut mencakup proyek KPBU sektor perumahan serta investasi langsung swasta murni dari lima pelaku usaha. Kelima perusahaan tersebut, yaitu PT Berdikari (Persero), PT Java Teak Indo, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, PT Laziz Nusantara Grup, dan PT FYP Karya Perdana.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN, tetapi juga didukung oleh skema KPBU, investasi swasta, dan hibah. Menurutnya, percepatan pembangunan Nusantara turut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat di sekitarnya.

"Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya. Saya bersyukur karena IKN juga akan memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).

Penandatanganan perjanjian tersebut dilaksanakan di Glamping IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (14/10).

Hal tersebut disambut positif oleh Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Nindya Karya merupakan amanah untuk menghadirkan pembangunan yang berkualitas dan memberi manfaat bagi IKN.

"Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara," ujar Firmansyah.

Di sektor perumahan, Otorita IKN mengembangkan hunian bagi ASN melalui skema KPBU yang mencakup pembangunan rumah susun dan rumah tapak.

Untuk proyek pembangunan 8 tower rumah susun, PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management bertindak sebagai pemrakarsa. Proyek ini terdiri atas 288 unit sarusun berukuran 190 meter persegi yang berlokasi di Wilayah Perencanaan (WP) 1A, dengan luas persil 6,84 hektare dan biaya investasi Rp2,629 triliun.

Sebelumnya, pada 6 Oktober 2026, Otorita IKN telah menandatangani PKS proyek KPBU pembangunan 109 rumah tapak ASN di Wilayah Perencanaan (WP) 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN bersama PT Intiland Development Tbk. melalui Badan Usaha Pelaksana PT Seratus Sembilan Nusantara. Proyek tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp2,819 triliun.

Proyek ini mencakup pembangunan 109 unit rumah tapak dengan luas masing-masing 390 meter persegi, yang dibangun di atas lahan dengan total luas persil 9,17 hektare. Lahan tersebut terbagi menjadi Persil 1 sebanyak 79 unit seluas 6,6 hektare dan Persil 2 sebanyak 30 unit seluas 2,4 hektare, dengan total nilai investasi sebesar Rp2,819 triliun.

Masa kerja sama proyek ini adalah sepuluh tahun, yang terdiri atas dua tahun masa konstruksi dan delapan tahun masa layanan. Pembangunan proyek tersebut diharapkan selesai pada Triwulan IV 2028.

Selain proyek KPBU sektor perumahan, Otorita IKN juga menandatangani kerja sama investasi langsung swasta murni bersama lima pelaku usaha.

Dari sektor pangan, PT Berdikari (Persero) akan mengembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di WP 3 melalui rencana investasi pada parent stock layer farm dan hatchery. Proyek ini berada di atas lahan 17,27 hektare dengan estimasi nilai investasi Rp177 miliar dan kapasitas sekitar 140 ribu ekor ayam.

PT Laziz Nusantara Grup turut berkontribusi dengan mengembangkan Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B, di atas lahan 0,54 hektare dengan estimasi nilai investasi Rp10 miliar.

Adapun PT FYP Karya Perdana akan mengembangkan Teras Padu berupa sarana olahraga dan komersial penunjang di KIPP 1A, dengan luas lahan 0,45 hektare dan estimasi nilai investasi Rp20 miliar.

Sementara itu, PT Java Teak Indo akan mengembangkan showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A, di atas lahan 0,2 hektare dengan estimasi nilai investasi Rp1,5 miliar. Hadirnya perusahaan mebel ini direspons langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo.

Witiarso menilai keterlibatan pelaku usaha mebel Jepara di IKN menjadi contoh konkret UMKM daerah dapat turut berkontribusi dalam pembangunan Nusantara. Menurutnya, IKN tidak hanya membuka peluang bagi investasi skala besar, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha daerah untuk berpartisipasi sesuai dengan potensi masing-masing.

"Kami dari Pemerintah Kabupaten Jepara berterima kasih sekali kepada Kepala Otorita IKN, yang sudah memberikan kesempatan UMKM kami di Jepara untuk ikut berinvestasi di IKN. Kami dari Jepara walaupun kecil, tetapi diterima di IKN, ini suatu kebanggaan buat kami. Bahwa IKN ini tidak hanya untuk investasi besar, tetapi investasi kecil, untuk masyarakat kami diterima di IKN. Mudah-mudahan dari daerah lain juga ikut berpartisipasi untuk membangun IKN dengan kemampuan masing-masing daerah," ujar Witiarso.

Lebih lanjut, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park akan mengembangkan Grand Vista Nusantara di KIPP 1B. Proyek tersebut mencakup area komersial, apartemen, dan perkantoran di atas lahan 3,57 hektare, dengan estimasi nilai investasi Rp1 triliun.

Perusahaan tersebut diwakili oleh Director of PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, Mr. Yang Jinghui, yang mengapresiasi atas kesempatan berinvestasi di IKN.

"Kami berterima kasih kepada Otorita IKN dan Indonesia atas kesempatan yang diberikan untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini," ujar Yang Jing Hui.

Melalui penandatanganan PKS proyek KPBU dan investasi murni tersebut, Otorita IKN berharap percepatan pembangunan ekosistem di Ibu Kota Nusantara dapat terus terwujud.

Kehadiran hunian bagi ASN, fasilitas pangan, area komersial, kuliner, olahraga, serta layanan penunjang diharapkan dapat mendorong kawasan IKN tumbuh sebagai kota yang semakin lengkap, produktif, dan berkelanjutan.