"Alhamdulillah, kita penjualan terbesar kemarin. Biasanya Rp 2 juta sampai Rp 4 juta, kemarin bisa sampai Rp 10 juta," kata Sri Lestari.

Dampak ekonomi juga dirasakan oleh UMKM di sekitar kawasan sirkuit. Ani, pemilik warung seafood di sekitar Sirkuit Mandalika, mengaku jumlah pembeli meningkat signifikan selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Warungnya ramai dikunjungi pembeli lokal maupun penonton internasional yang datang untuk menyaksikan balapan. Ia berharap ajang ini terus diselenggarakan karena memberikan dampak langsung terhadap penjualan usahanya. "Dampaknya sangat ramai," kata Ani.

Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney turut menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi melalui InJourney UMKM Expo. Kehadiran wadah ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan potensi usaha lokal dengan tingginya arus wisatawan, sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung melalui produk dan kreativitas khas daerah.

Dampak ekonomi dari Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diperkirakan mencapai Rp 5 triliun. Manfaat tersebut tidak hanya tercermin dari besarnya perputaran ekonomi selama penyelenggaraan, tetapi juga dari terbukanya peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar. Dengan aktivitas Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika yang ditargetkan terisi hingga 200 hari dalam setahun, potensi pengembangan ekosistem pariwisata dan ekonomi lokal di Mandalika dan NTB pun semakin terbuka.