"Nilai-nilai yang diberikan kepada saya itu dengan memberikan contoh, tentunya lewat pekerjaan dan karya bapak sendiri. Jadi dari saya kecil, kalau ada waktu saya diajak bapak ke kantornya. Meskipun saya belum mengerti apa-apa waktu itu, bapak memberikan contoh langsung," kisahnya saat menjadi narasumber Eureka! Inspirasi BJ Habibie dan Teknologi Dirgantara, Senin 19 Desember 2022 silam.

Cara Habibie dan Ainun mengajarkan anak-anaknya mengenai ilmu pengetahuan dan kehidupan sosial bukan dengan mendikte dan menjelaskan secara eksplisit, melainkan mengajarkannya lewat contoh yang bisa diikuti oleh anak. Sehingga, anak-anak bisa mengerti dan mempelajari dengan sendirinya.

"Ibu mendidik saya untuk bisa mandiri, bertindak secara lebih matang dan bijak. Bapak memberikan saya prinsip-prinsip dasar dan kalau ada kesempatan, kami diskusi. Secara khusus karena bapak pakar pesawat terbang, dan saya menggeluti bidang yang sama, maka kita banyak juga diskusi secara rinci mengenai teknologinya, industrinya, desainnya, bisnisnya, dan tantangan-tantangan ke depannya," urai Ilham.

Satu hal yang paling diingatnya dari didikan ayahnya, menurut Ilham, adalah bagaimana Habibie selalu mengingatkan untuk berkontribusi pada bangsa dan negara, meskipun mereka tidak tinggal di Indonesia.

"Bapak fokus pada prinsip-prinsip yang makro. Biarpun kita menetap di luar Indonesia, jangan lupa kita ini adalah orang Indonesia. Kita juga harus membantu agar negara dan bangsa kita bangkit, lebih maju, lebih sejahtera, bisa lebih merata dari segi ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Itu selalu ditekankan," sebutnya.

Selain BJ Habibie, ada juga putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid yang hadir mewakili mendiang Ayahanda untuk menerima penghargaan seumur hidup. Ia menegaskan bahwa ayahnya bukan semata-mata pembela kelompok minoritas, melainkan pembela siapa pun yang mengalami ketidakadilan.