Fosil berwarna krem itu tampak menonjol di antara endapan batubara yang gelap.

Cekungan Krabi sendiri sebelumnya telah menghasilkan penemuan fosil primata purba, karnivora, dan mamalia berkuku.

Namun, saat penemuan tersebut, tim kekurangan bukti dan teknologi yang memadai untuk mengidentifikasi spesies yang ditemukan.

Lebih dari dua dekade kemudian, para peneliti dari Thailand, Prancis, dan Kanada melakukan analisis rinci terhadap gigi.