Para ilmuwan tidak mengetahui keberadaan danau tersembunyi sampai tahun 1970-an, ketika mereka mulai menggunakan radar udara untuk mengukur ketebalan lapisan es dan memetakan lanskap di bawahnya.

Di 1990-an, ilmuwan memiliki tambahan 'mata di langit' yang dapat diandalkan: satelit yang mulai melakukan pengukuran yang sangat akurat terhadap lapisan es.

Menggabungkan data satelit bersama pembacaan radar dan seismik, ilmuwan mempercepat penemuan danau-danau subglasial baru, termasuk danau terbesar Antartika, yakni Danau Vostok, pada tahun 1996.

Dengan luas permukaan 16.000 km2 dan kedalaman lebih dari 1.000 m di beberapa titik, Vostok adalah salah satu danau air tawar terbesar dunia meski tersembunyi di bawah 3.700 m es.

Peneliti Rusia adalah yang pertama menyelidiki Danau Vostok. Stasiun penelitian kutub Rusia dibangun tepat di atas danau tersebut tahun 1950-an, di mana ilmuwan telah mengebor lebih dari 3,5 km di bawah permukaan untuk mengambil sampel inti es.

Menggunakan lubang bor yang sudah ada, peneliti mengumpulkan sampel air danau yang membeku akhir 1990-an, sebelum mengambil sampel air danau itu sendiri di 2013. Apa yang mereka temukan menakjubkan sekaligus kontroversial.

Analisis mengungkap ada materi genetik dari lebih dari 3.500 spesies termasuk bakteri, makhluk laut akuatik, dan jamur. Banyak di antaranya secara genetik mirip dengan spesies di tempat lain di Bumi.