NADIKABAR.COM — Ilmuwan menemukan cara menahan air lebih lama di lahan berpasir. Temuan ini penting buat para petani sebab sulit sekali mempertahankan kelembapan media tanam.
Menggarap tanaman di lahan berpasir jadi tantangan tersendiri buat para petani terutama dalam hal penyiraman. Air dengan cepat masuk ke celah antarbutiran pasir sehingga lahan cepat kering. Namun ilmuwan telah menemukan cara untuk menahan air lebih lama dengan cara membuat 'pasir hidup'.
Melansir dari Science Alert, para ilmuwan telah menguji kemampuan serat yang dihasilkan bakteri dan jamur dalam mengikat butiran pasir itu.
Mikroba dibiarkan tumbuh di dalam pasir dan menciptakan material yang mereka sebut sebagai 'pasir hidup'. Berdasarkan pengujian, material ini mampu mengurangi hilangnya air hingga enam kali lipat.
Kemudian dalam pendekatan yang lain, mereka menumbuhkan lapisan tipis selulosa bakteri dan menempatkannya di antara lapisan-lapisan pasir. Hasil pengujian menunjukkan metode ini mampu mengurangi permeabilitas air hingga 28 kali lipat.
Ilmuwan menggunakan bakteri penghasil selulosa Komagataeibacter medellinensis, lalu dua strain jamur Schizophyllum commune. Keduanya berasal dari spesies yang sama tapi punya karakteristik pertumbuhan yang berbeda.