Penemuan Jadarite menjadi kejutan tersendiri bagi dunia mineralogi. Menurut Natural History Museum, sekitar 30-40 mineral baru biasanya diidentifikasi setiap tahun. Sebagian besar bahkan hanya ditemukan dalam bentuk butiran kecil yang perlu diamati menggunakan mikroskop.
Selain kemiripannya dengan Kryptonite, Jadarite juga menarik perhatian ilmuwan karena keberadaannya yang sangat langka. Hingga kini, mineral tersebut baru ditemukan di kawasan Lembah Jadar, Serbia. Penelitian yang dipimpin Francesco Putzolu bersama sejumlah peneliti Natural History Museum berusaha mengungkap kondisi geologi yang membuat mineral ini terbentuk.
Hasil penelitian yang dibahas dalam jurnal Nature Geoscience menunjukkan bahwa pembentukan Jadarite berkaitan dengan kombinasi aktivitas vulkanik dan keberadaan danau soda yang sangat basa di kawasan tersebut sekitar 16 juta tahun lalu.
Kedua kondisi itu harus terjadi secara bersamaan agar mineral tersebut dapat terbentuk. Profesor Richard Herrington, salah satu penulis penelitian, menggambarkan proses pembentukan Jadarite seperti membuat kue.
"Kami mengibaratkannya seperti membuat kue. Kita membutuhkan bahan-bahan yang tepat dan kondisi yang benar, lalu tiba-tiba mineral ini terbentuk," jelas Herrington.
Kombinasi kondisi geologi yang sangat spesifik tersebut diduga menjadi alasan mengapa Jadarite belum ditemukan di lokasi lain, meskipun terdapat wilayah dengan lingkungan kimia yang serupa.
Pemahaman mengenai proses pembentukannya diharapkan membantu ilmuwan menemukan kemungkinan keberadaan endapan Jadarite di wilayah lain.