"Temuan ini menantang asumsi lama bahwa biomolekul tertentu seperti hemoglobin tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama," sambungnya.

Bukti sel darah merah ini ditemukan di fosil tulang anggota tubuh Aratasaurus museunacionali muda. Ditemukan pada tahun 2008, A. museunacionali merupakan dinosaurus theropoda dari periode Early Crutaceous yang hidup di wilayah yang kini menjadi bagian timur laut Brasil.

Fosil-fosil tersebut menunjukkan dinosaurus dengan panjang sekitar 3 meter dan bobot sekitar 34 kilogram. Namun, mengingat usianya yang masih sangat muda, A. museunacionali kemungkinan besar dapat tumbuh jauh lebih besar lagi.

Setelah memeriksa irisan tipis fosil dinosaurus tersebut secara seksama, para ahli menemukan komponen molekular sel darah merah yang telah mengalami mineralisasi, serta senyawa kompleks mangan oksida yang disebut hausmannite.