Schmaltz telah melakukan sebuah eksperimen untuk menguji teori ini. Dalam penelitiannya, ia meminta sejumlah peserta untuk berjalan melewati wahana rumah hantu yang dilengkapi speaker infrasonik di berbagai sudut.
Ketika speaker infrasonik diaktifkan, Schmaltz menemukan bahwa para peserta berjalan lebih cepat ketika melewati bangunan itu.
Untuk menguji hipotesis ini secara lebih ketat, para peneliti melakukan eksperimen lain yang melibatkan 36 peserta.
Mereka diminta mendengarkan musik menenangkan dan musik yang terasa mencekam. Di tengah-tengah sesi, peneliti memutarkan suara infrasonik tanpa memberi tahu para peserta.
Hasilnya, para peserta tidak bisa mendeteksi kapan infrasonik diputar, tapi mereka jadi lebih gelisah ketika gelombang itu aktif. Uniknya, perasaan itu tidak hanya mereka rasakan saat lagu yang mencekam diputar, tetapi juga muncul pada musik yang menenangkan.
Temuan paling kuat dari penelitian ini adalah kadar kortisol dalam air liur peserta yang terpapar infrasonik menjadi lebih tinggi. Peningkatan kadar kortisol merupakan tanda bahwa respons stres pada tubuh sedang aktif.