"Kalau pas masuknya pasti sih berebutan, tapi tadi di gerbong yang aku naikin ada beberapa yang minta geser mau turun, karena bener-bener nggak bisa gerak, jadi pada ketawain aja karena kondisinya yang sepadat itu," ujarnya.

Menurutnya kondisi KRL Bogor tadi pagi sangat padat, bahkan melebihi 'pepes'. Sebab, ia mengaku sampai berjinjit dan kakinya kesulitan menapak di dalam kereta.

"Bukan pepes lagi ya, bener-bener nggak napak kakinya. Dari aku datang jam setengah 7, baru naik jam setengah 8 kurang," katanya.

Kepadatan penumpang mulai berkurang saat penumpang turun di Stasiun Pasar Minggu. Ia mengaku sudah lemas saat tiba di kantor karena padatnya KRL tersebut.

"Definisi I hate Monday sampe kantor udah lemes duluan perkara banyak cancel jadwal KRL red line commuter line. Selain nggak bisa gerak, jari-jari kaki dilatih militer nahan jinjit dari Depok Baru-Tebet," katanya melalui akun Threadsnya @choirunisanurr.