"Untuk itu, memang beberapa ada yang cancel di Cengkareng (Soetta), tapi tadi setelah koordinasi dengan pihak Garuda, kemudian juga pihak Kementerian Perhubungan, untuk yang umrah dari Garuda Indonesia itu bisa dilandingkan di Kertajati," sambungnya.

Menurutnya, BIJB Kertajati dipilih sebagai bandara alternatif karena kondisinya dinilai aman untuk menerima penerbangan. Pihak bandara sebelumnya telah melakukan pengecekan terhadap kemungkinan adanya abu vulkanik.

"Di Bandara Kertajati setelah beberapa kali melakukan paper test atau tes terkait abu vulkanik, kita negatif. Jadi masih tergolong aman untuk dilandingkan pesawat udara," ujarnya.

Nuril mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan sejak dini hari setelah menerima informasi terkait penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta melalui NOTAM.

"Kita sudah prepare dari dini hari. Karena tanggal 1 pagi itu Bandara Soekarno-Hatta sudah ada NOTAM bahwa mereka close sampai 05.30 WIB untuk NOTAM pertama," jelasnya.