Persiapan tersebut meliputi fasilitas, personel, hingga pemeriksaan area bandara untuk memastikan tidak terdapat abu vulkanik yang membahayakan penerbangan.
"Paper test itu tes terkait abu yang ada di runway, di apron, kemudian juga di titik-titik yang ditentukan untuk memastikan bahwa itu bukan abu vulkanik. Karena kalau itu abu vulkanik, itu akan sangat berbahaya buat pesawat udara," ucapnya.
Nuril menambahkan, pengalihan penerbangan belum bisa dipastikan hanya terjadi pada hari ini. Hal tersebut bergantung pada kondisi dan perkembangan aktivitas vulkanik serta operasional Bandara Soekarno-Hatta.
"Alam itu kan kita juga tidak bisa memprediksi. Tapi pada prinsipnya kita siap untuk melayani alternatif dari Cengkareng," ucapnya.
Tak hanya penerbangan internasional, BIJB Kertajati juga menyatakan siap menjadi alternatif apabila diperlukan untuk penerbangan domestik. "Kalau memang diperlukan domestik, kita juga siap," pungkasnya.