Dia memaparkan bahwa perkembangan AI sangat pesat di Korea Selatan dan semakin kuat di perekonomian-perekonomian seperti Vietnam dan Malaysia. Menurut dia, perkembangan tersebut juga menjadi salah satu faktor yang mendukung kuatnya ekspor Jepang, Tiongkok, dan India. Perihal risiko terhadap prospek ekonomi Asia-Pasifik, Helbling menyatakan bahwa IMF tetap mengkhawatirkan guncangan pasokan energi.
Menurutnya, penyangga persediaan (inventory buffer) dan langkah-langkah, seperti subsidi energi atau pengurangan pajak, telah membatasi dampak guncangan pasokan energi. Namun, langkah-langkah itu sulit untuk dipertahankan dalam jangka waktu lama. "Penyangga tidaklah tanpa batas," demikian ditekankan Helbling, seraya menguraikan bahwa jika guncangan energi berlangsung lebih lama atau semakin parah, negara-negara pada suatu titik akan kehabisan persediaan mereka, sehingga dampak kenaikan harga secara penuh akan dirasakan perekonomian dengan lebih parah.