Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui kegiatan tersebut dikelola oleh tiga orang bertugas sebagai manajer, sementara sisanya berperan sebagai admin.

Mereka mempublikasikan jasa pinjol itu melalui iklan di media sosial facebook dan menautkan ke berbagai nomor WhatsApp.

Dalam menjalankan aksinya, mereka melakukan identifikasi pelanggan dengan mengumpulkan informasi pekerjaan, slip gaji, kontak darurat, dan informasi personal lainnya.

Sejauh ini, kata dia, diketahui target pelanggan mereka merupakan WNA dan belum ditemukan ada WNI yang menjadi pelanggan.