Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) merilis daftar delapan WNI yang diduga direkrut menjadi tentara Rusia.
Dalam pernyataan pada 27 Agustus, FISU menyebut mereka diduga diiming-imingi gaji tinggi, tugas nontempur, kewarganegaraan Rusia, serta tunjangan sosial. FISU menyatakan sebagian besar orang yang direkrut tidak mengetahui ke mana mereka akan dikirim.
Beberapa waktu lalu, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, dan bentuk keterlibatan para WNI tersebut masih perlu dipastikan. Pemerintah juga akan mendalami kemungkinan adanya penipuan, eksploitasi, atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov beberapa waktu lalu membantah Kedutaan Besar Rusia terlibat dalam perekrutan warga negara asing untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.