Sepanjang pelaksanaan Sembada, material limbah anorganik yang terkumpul meliputi 133,69 kg botol plastik, kardus (312,38 kg), kaleng aluminium (2,86 kg), kaleng biasa (4,47 kg), dan botol kaca sebanyak 1.615 buah. Hasil perhitungan harga pembelian material oleh pihak pembeli (offtaker), nilai ekonomis sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp1.443.500.
CSR IMIP melibatkan mitra komunitas untuk mengelola sampah yang terkumpul lebih lanjut, melalui Bank Sampah Lestari Mandiri di Bahomakmur, Bank Sampah Sidaya dan KSM Ara Sinergi Berdaya di Labota, dan pengurus Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Le-Le.
Dalam pelaksanaan kegiatan Sembada yang menarik minat warga dan didominasi kalangan perempuan tersebut, setiap sampah dihitung jumlah satuannya dan dikalikan dengan nominal harga jual. Misalnya Rp500 untuk satu botol kaca. Setiap satu orang warga dapat menukar sampahnya dengan paling banyak tiga macam komoditas, seperti 1 kg beras, 1 liter minyak goreng, dan kopi bubuk.
Sampah daur ulang yang dibawa warga dihitung berdasarkan harga pembelian material di pasaran. Nilai akumulasinya kemudian ditukar bukan berbentuk uang, melainkan sejumlah kebutuhan pokok.
"Komoditas Sembako yang tersedia telah disubsidi 40-50 persen, sehingga bisa lebih terjangkau daripada harga di pasaran," katanya.
Selama pelaksanaan Sembada, Sembako yang tersalurkan meliputi 64 kg beras, 36 liter minyak goreng kemasan, 48 bungkus gula pasir ukuran setengah kilogram, 34 kotak teh celup, 27 bungkus kopi bubuk, 11 kaleng sarden, juga beberapa bungkus mie instan dan garam.