Lebih lanjut, Ferdi menjelaskan skema penukaran memberi nilai tambah atas sampah berpotensi dibuang, sekaligus menawarkan manfaat langsung bagi warga yang berpartisipasi. Kegiatan Sembada pun bermanfaat untuk lebih mengenalkan peran bank sampah di sekitar hunian warga. Dengan begitu, masyarakat diharapkan lebih aktif dan antusias memilah dan mengumpulkannya ke bank sampah terdekat.
Sejak tahun 2024, kegiatan bank sampah di lingkar industri IMIP telah menjangkau partisipasi ratusan ibu rumah tangga pada beberapa desa di Kecamatan Bahodopi, dan menghasilkan total nilai tabungan nasabah lebih dari Rp35 juta.
Selain kegiatan penukaran, Sembada juga sebagai sarana mengukur potensi pengembangan dan kendala pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta memahami respons masyarakat atas nilai ekonomi sampah. Kegiatan serupa akan digelar di kantor PT IMIP dengan sasaran para karyawan dalam kawasan industri berbasis nikel.
Ke depan, hasil pelaksanaan Sembada akan dievaluasi untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, memperkuat mekanisme penyaluran sampah, serta mengembangkan kesinambungan antara edukasi pemilahan dari rumah dan pengelolaan oleh komunitas di Bahodopi. Dengan begitu, penguatan koordinasi akan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah serta nilai dan manfaat ekonominya.
"Dalam jangka panjang, upaya ini diharapkan bisa memperkuat rantai pengelolaan sampah dan menginisiasi penerapan prinsip ekonomi sirkular di lingkup masyarakat lingkar industri," pungkas Ferdi.