Nilai sampah yang dibawa warga dihitung berdasarkan harga pembelian material di pasaran. Akumulasi nilai tersebut kemudian ditukarkan dengan kebutuhan pokok, bukan dalam bentuk uang tunai.

β€œKomoditas sembako yang tersedia telah disubsidi 40–50 persen, sehingga bisa lebih terjangkau daripada harga di pasaran,” katanya.

Selama pelaksanaan Sembada, sembako yang disalurkan meliputi 64 kilogram beras, 36 liter minyak goreng kemasan, 48 bungkus gula pasir ukuran setengah kilogram, 34 kotak teh celup, 27 bungkus kopi bubuk, 11 kaleng sarden, serta beberapa bungkus mi instan dan garam.

Ferdi menjelaskan skema penukaran tersebut memberikan nilai tambah terhadap sampah yang berpotensi dibuang, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga yang berpartisipasi.

Sejak 2024, kegiatan bank sampah di wilayah lingkar industri IMIP telah melibatkan ratusan ibu rumah tangga di sejumlah desa di Kecamatan Bahodopi, dengan total nilai tabungan nasabah lebih dari Rp35 juta.