NADIKABAR.COM — PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus mewujudkan target penghijauan dan pembangunan sabuk hijau (green belt) di sekitar kawasan melalui penanaman 10.000 bibit mangrove sepanjang 2026.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, sebanyak 3.000 bibit mangrove ditanam di pesisir Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada akhir pekan lalu. Penanaman ini bertujuan menahan laju abrasi sekaligus memulihkan ekosistem pesisir.
Sejak Januari 2026, IMIP tercatat telah menanam lebih dari 7.000 pohon mangrove. Lokasi restorasi ditentukan lewat pemetaan area yang berpotensi ditumbuhi mangrove agar bibit dapat tumbuh optimal. Staff Environmental CDC PT IMIP sekaligus PIC Kegiatan, Adrian Sakti menjelaskan lokasi penanaman juga terus menjadi titik poin yang dievaluasi berdasarkan kesesuaian ekologisnya.
"Terkait kesesuaian lahan, memang wilayah pesisir Desa Fatufia itu sangat bagus. Kita juga punya potensi di tempat lain seperti di Desa Labota, Padabaho, dan Bete-bete. Dari ketiga desa ini terlebih dahulu difokuskan pada Desa Fatufia," jelas Adrian dalam keterangannya Kamis, (22/10/2026).