"Saya mewakili Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan mengucapkan banyak terima kasih dan senang sekali karena kegiatan ini yang diinisiasi oleh Pak Menko kami, Pak Profesor Yusril, ini sebagai tanggung jawab bersama. Kami kementerian teknis tidak dapat bekerja sendiri karena persoalan lapas, rutan ini cukup banyak," ujarnya pula.
Dia menyatakan, seluruh masukan, kritik dan saran yang disampaikan dalam rapat tersebut telah dicatat dan akan ditindaklanjuti oleh pihaknya.
"Tadi sudah saya catatkan semua masukan-masukan, kritikan-kritikan. Ini sudah kami akan bahas secara bersama-sama dan berkelanjutan, termasuk dari programnya Bapak Presiden," katanya lagi.
Adapun program Presiden yang dimaksud yakni penanganan masalah over kapasitas di lapas dengan membentuk pusat rehabilitasi dan reedukasi untuk mengatasi permasalahan over kapasitas.
Lebih dari 50 persen jumlah penghuni lapas dan rutan seluruh Indonesia merupakan kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Rencana pembentukan pusat rehabilitasi dan reedukasi ini telah pula dibahas dalam rapat pimpinan kementerian/lembaga yang diinisiasi oleh Kementerian Hukum pada Senin (5/10).