NADIKABAR.COM β Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas) mengawasi rangkaian seleksi calon taruna/taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Catar Poltekimipas) guna memastikan seluruh tahapan berjalan objektif dan transparan sesuai aturan.
Dalam siaran pers yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, Inspektur Jenderal (Irjen) Imipas Rudi Setiawan mengatakan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan dalam setiap tahapan seleksi yang dilaksanakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Imipas.
"Melalui pengawasan yang berkelanjutan, Kami terus berupaya memastikan Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Poltekimipas Tahun 2026 berlangsung secara bersih, transparan, dan akuntabel," kata Rudi.
Ia menjelaskan setiap peserta memiliki kesempatan yang adil untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Pengawasan akan terus dilanjutkan pada tahapan berikutnya, termasuk tes jasmani yang dijadwalkan pada 19 Oktober 2026.
βKemenimipas berkomitmen penuh menjaga proses ini tetap transparan demi mencetak calon taruna-taruni yang berintegritas," ucapnya.
Rudi turun langsung mengawasi seleksi kesehatan dan pengamatan fisik bagi calon taruna/taruni Poltekimipas di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Depok, Kamis (15/10).
Sehari sebelumnya, Rabu (14/10), Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher juga turun langsung mengawasi proses seleksi yang berlangsung dari 14 hingga 16 Oktober 2026.
Pengawasan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian seleksi berjalan secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam pengawasan tersebut, Rudi meninjau langsung rangkaian pemeriksaan kesehatan dan pengamatan fisik.
Pemeriksaan mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan fisik oleh dokter umum, gigi dan penglihatan, elektrokardiogram (EKG), radiologi hingga pengambilan sampel darah dan pemeriksaan urine.
Rudi turut mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa proses seleksi merupakan tahap awal dalam perjalanan pengabdian sebagai aparatur negara.
Oleh karena itu, para peserta diharapkan mempersiapkan diri dengan baik dan menjadikan integritas sebagai prinsip utama dalam mengikuti setiap tahapan.
"Pada kesempatan ini mewakili Bapak Menteri menyampaikan pesan beliau bahwa kalian adalah harapan kami semua, harapan Bapak Menteri, harapan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, bahkan harapan Indonesia," ujarnya.
Kepada para calon taruna/taruni yang akan mengabdikan diri di Kementerian Imipas, baik di bidang Imigrasi maupun Pemasyarakatan, Rudi mengharapkan mereka dapat menjalani setiap proses tersebut dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri.
Selain memberikan arahan kepada peserta seleksi, Rudi juga berpesan kepada panitia seleksi agar seluruh tugas dilaksanakan secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia juga menekankan kepada tim pengawas untuk menjalankan fungsi pengawasan secara optimal guna mencegah potensi penyimpangan serta menjaga integritas setiap tahapan seleksi.
"Kami telah berpesan kepada seluruh panitia agar melaksanakan proses seleksi kesehatan jasmani ini sebaik-baiknya. Tidak ada kolusi, tidak ada manipulasi, dan tidak dipungut biaya. Kami berharap seluruh peserta dapat membuktikan bahwa mereka memiliki kondisi kesehatan dan kemampuan jasmani yang sesuai dengan persyaratan," ucapnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan, Rudi turut meninjau pemanfaatan Live Dashboard Seleksi Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik. Sistem tersebut menyajikan informasi pelaksanaan seleksi, mulai dari rekapitulasi kehadiran peserta secara real time hingga akses terhadap dokumen dan regulasi terkait.
Live Dashboard juga memuat rekapitulasi penilaian setelah proses pemeriksaan dan penilaian selesai, sehingga dapat mendukung pemantauan pelaksanaan seleksi secara lebih terstruktur.