Laode menjelaskan bahwa sebelum terjadi perang di Timur Tengah, mekanisme pengadaan BBM yang dilakukan oleh Pertamina ialah melalui lelang. Namun akibat adanya perang tersebut telah membuat peserta lelang berkurang. Kita lakukan hunting untuk menjaga agar stok nasional itu ada dan hunting ini tidak lagi mekanisme pengadaan seperti sebelumnya.

"Jadi, kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa," katanya.

Menurut Laode, langkah tersebut tersebut dinilai berhasil. Pasalnya, stok BBM nasional kini berada pada level 18 sampai 20 hari. Dan pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga harga BBM subsidi tetap tidak naik.

"Jadi, ada dua hal ini, pertama adalah subsidi di solar dan bensin tetap kita jaga tetap, yang kedua adalah ketahanan stok 18 sampai 20 hari itu tetap ada," katanya.