NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan gelaran International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang telah berakhir menjadi bentuk penguatan fondasi matematika dan sains, penalaran serta kemampuan pemecahan masalah sejak usia dini.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan Kemendikdasmen Didik Suhardi dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat pada Kamis menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian IMSO ke-23.
Menurutnya, seluruh peserta merupakan anak-anak muda yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik.
“Saya mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah meraih prestasi luar biasa dan medali emas. Bagi kami, seluruh peserta adalah anak-anak muda hebat yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik,” ujar Didik.
Ia mengatakan selama enam hari pelaksanaan IMSO ke-23, berbagai kegiatan telah sukses dijalankan, mulai dari seminar internasional, malam kebudayaan, hingga wisata edukasi ke Taman Mini Indonesia Indah.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum IMSO, dewan juri, serta seluruh panitia dan sukarelawan yang telah bekerja keras hingga kompetisi berjalan lancar.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IMSO Raden Ridwan Hasan Saputra mengatakan IMSO bukan sekadar kompetisi akademik.
Menurutnya, selama pelaksanaan kompetisi, para peserta juga menunjukkan sportivitas, ketangguhan, serta semangat persahabatan global.
“IMSO jauh lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah sebuah keluarga besar internasional yang dipersatukan oleh semangat penemuan dan rasa saling menghormati,” ujar Ridwan.
Ia menilai keberanian peserta untuk tampil di panggung internasional, ketekunan menghadapi setiap soal, serta persahabatan yang terjalin merupakan pencapaian yang jauh lebih bernilai daripada medali.
Ridwan juga menyebut para peserta sebagai duta sains dan matematika yang diharapkan dapat membawa pengalaman untuk membangun dunia yang lebih cerah dan bersatu.
Dari sisi akademik, ia mengatakan peserta secara umum memiliki pemahaman yang baik terhadap berbagai konsep sains, namun masih perlu memperdalam konsep dan memahami penerapannya secara lebih luas.
Ia mengatakan juri menemukan sejumlah kekeliruan konsep pada materi penyajian grafik, gravitasi dan percepatan, arus dan hambatan listrik, penguapan dan kondensasi, serta perbedaan unsur, senyawa, dan campuran.
Beberapa peserta juga masih mengalami kesulitan mengolah data menjadi grafik yang tepat. Meski demikian, juri menilai IMSO ke-23 merupakan salah satu kompetisi yang paling ketat, dengan selisih nilai yang sangat tipis antara peraih medali perak dan perunggu.
Ia mengatakan para peserta pun didorong untuk tidak mengukur keberhasilan hanya berdasarkan skor, namun juga menjadikan IMSO sebagai tonggak evaluasi dalam perjalanan belajar matematika.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi katalis untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah sehingga peserta dapat kembali dengan lebih kuat, lebih bijak, dan lebih siap menghadapi kompetisi mendatang.