"Perluasan kategori ini membuka ruang partisipasi lebih besar bagi karyawan dari berbagai fungsi perusahaan menghadirkan solusi sesuai kebutuhan operasional maupun bisnis," sebutnya.
Penyelenggaraan TIS 2026 turut melibatkan anak perusahaan Inalum, yakni insan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA).
Salah satu rangkaian kegiatan melalui TIS Goes to Borneo, yang menghadirkan proses penjurian inovasi di lingkungan PT BAI, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
"Setelah proses seleksi, ada 12 karya terpilih mengikuti pameran poster inovasi. Sementara delapan karya berkompetisi dalam Grand Final TIS 2026 berlangsung di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, pada 3 November 2026 lalu," jelasnya.
Menurut Melati, jumlah karya inovasi ini meningkat sekitar 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menunjukkan semakin luasnya kontribusi karyawan mengembangkan solusi guna mendukung kinerja operasional, dan daya saing perusahaan.
Salah satu inovasi menjadi perhatian dalam TIS 2026 adalah optimalisasi parameter batch proses peleburan aluminium yang bertujuan mendukung pengendalian proses produksi secara lebih optimal.