"Inovasi lainnya berfokus pada optimalisasi sudut eccentric counterweight mengatasi permasalahan keretakan anoda, salah satu komponen digunakan dalam proses produksi aluminium," tuturnya.
Ia mengatakan pengembangan inovasi ini juga dilakukan di luar area produksi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Khususnya pemodelan keuangan perusahaan, serta pengembangan gagasan di bidang energi dan keberlanjutan.
"Beragam karya inovasi ini menunjukkan, bahwa upaya peningkatan efisiensi tidak hanya dilakukan melalui perbaikan proses teknis, tetapi juga melalui penguatan proses bisnis dan pengelolaan sumber daya perusahaan," ujar Melati.
Pihaknya juga menegaskan karya inovasi yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi perusahaan.
"Keberhasilan inovasi yang sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, tetapi ketika karya tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen," ungkapnya.